Teknologi. Baik atau Buruk?

Assalamu’alaikum :)

Teknologi, apapun bentuknya, tidak bisa dipungkiri sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Segala macam kegiatan, dari yang sederhana hingga yang berat, bisa diselesaikan dengan teknologi. Tetapi, pada kenyataannya, teknologi seperti pedang yang memiliki dua sisi tajam. Ketika semua orang memanfaatkan teknologi untuk memudahkan kehidupan mereka sehari-hari, secara tidak sadar teknologi membuat mereka menjadi malas dan bergantung kepada teknologi.

Untuk sebagian orang, teknologi memang membuat pekerjaan yang mereka lakukan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Contoh sederhana saja, Mesin cuci. Kita tidak usah repot capek-capek mencuci pakaian kita dengan tangan, tinggal tekan beberapa tombol sebuah mesin akan melakukannya untuk anda.

Remote TV Teknologi

Image : www.0800repair.com

Contoh lain yang sederhana adalah remote TV. Kita biasanya datang menghampiri TV, dan menekan tombol yang ada di sisi TV tersebut, namun berkat remote TV kita bisa melakukannya sambil rebahan di sofa/ranjang kasur. Memang benar semuanya dibuat lebih mudah berkat teknologi, tapi sebagai pengguna teknologi, sebagian manusia secara tidak langsung dibuat malas untuk menggerakkan badan dan mengasah kemampuan kita dalam menyelesaikan/mengerjakan kegiatan sehari-hari. Contohnya, orang yang selalu menggunakan kalkulator untuk menghitung sesuatu, dia akan merasa sangat sulit untuk menghitung disaat genting ketika dia tidak sedang membawa kalkulator, padahal dia berada di situasi yang membutuhkan hitung cepat.

Komunikasi dunia maya saat ini adalah produk dari teknologi yang paling besar manfaatnya. Mereka yang sangat menyukai teknologi juga berpikir bahwa teknologi mempermudah mereka berkomunikasi satu sama lain. Ketika mereka ingin bercerita sesuatu kepada orang lain, mereka hanya perlu mengirim sebuah SMS, atau chatting dengan orang lain di Internet. Tetapi, ada juga yang berpendapat lain. Orang-orang lebih suka menggunakan teknologi untuk berkomunikasi satu sama lain dan mengabaikan pentingnya komunikasi face-to-face (bertatap muka). Sebuah penelitian mengatakan bahwa “CMC (Computer-Mediated Communication) / (Komunikasi Via Komputer) menyebabkan hilangnya/menurunnya karakteristik seseorang.”

Sebuah penelitian lain juga mengatakan bahwa percakapan dengan bertatap muka, akan mengasah kemampuan/skill kita dalam public speaking (Bicara di depan public). Kedua penelitian itu menandakan bahwa ketika kita menggunakan chatting/SMS , perlahan kita akan kehilangan keunikan diri kita sendiri dalam berbicara dan dalam mengekspresikan perasaan yang ada (emotions). Meskipun sekarang sudah ada emoticon seperti :) untuk menandakan perasaan senang dan :( untuk menandakan perasaan sedih, kalau perasaan itu diungkapkan secara langsung akan lebih mudah ditangkap oleh pendengar dibandingkan dengan sesuatu yang berbentuk digital.

Bisa kita bayangkan ketika nanti ditemukan cara telepati dan semua orang dapat menggunakannya, pasti dunia ini akan sunyi dan orang-orang mulai lupa bagaimana caranya berbicara. Iya kan?

Communicationhttp://www.ehospitalitytimes.com (Berkumpul)

VS

Chatting

thumbs.dreamstime.com (Chatting)

Teknologi menyediakan orang-orang di dunia untuk mendapatkan informasi dengan cepat. Ketika anda diminta untuk mengerjakan tugas/membuat essay oleh dosen anda, anda diminta untuk mencari topik sendiri namun anda tidak ada kepikiran topik yang pas di hati. Anda tinggal ke internet dan mencari dengan kata kunci “Topik Essay”, maka akan ada banyak sekali informasi yang tersedia, ribuan bahkan lebih. Namun, beberapa orang juga menyanggah manfaat teknologi ini karena dianggap dapat membuat orang menjadi malas berpikir. Terlebih itu, informasi di Internet dapat dibuat oleh siapa saja, maka tidak ada yang bisa memastikan bahwa semua yang ada di Internet itu benar adanya. Maka dari itu, kita harus lebih teliti atau melakukan cross-check tentang apa yang kita dapat dari Internet.

Dalam sudut pandang saya, teknologi adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari, teknologi semakin hari semakin maju dan berkembang. Di mana-mana kita menggunakan teknologi. Tentu saja saya tidak akan mengabaikan semua teknologi dan tidak menggunakannya, kalau begitu saya akan dikatakan udik atau orang kuno. Namun, ada cara untuk mengurangi dampak negative dari teknologi, kita dapat mengurangi intensitas/seringnya kita dalam menggunakan teknologi dan menggunakan cara lama, misalnya kita mencuci dengan tangan, menulis di kertas, bersepeda jika ada waktu dll. Banyak sekali yang bisa kita lakukan ketika kita memiliki waktu dan niat untuk mengasah kembali kemampuan dasar kita yang sudah mulai lemah karena teknologi.

Kesimpulannya, saya tidak menyarankan anda pergi ke kantor menggunakan sepeda atau bahkan jalan kaki, itu akan seperti hidup di gua lagi. Saya menyarankan bahwa hiduplah dengan teknologi, namun ketika anda memiliki kesempatan untuk tidak menggunakan teknologi, gunakanlah kesempatan itu. Gunakan teknologi secara bijak!

AbangFadli, out :cool:

Wassalamu’alaikum :kr

REFERENSI:

http://www.customessaymeister.com/customessays/Communication/7950.htm

(2011) Face-To-Face Communication Over the Internet. Cambridge: Cambride University Press.

Ilmu jangan disimpan sendiri, bagikan ke teman-teman anda:

Comments

comments

Ahmad Fadli Basyari

Mahasiswa IT di President University. Memiliki hobi membuat aplikasi mobile, blogging dan menonton film.

1 Response

  1. Obat Asam Urat says:

    Informasinya sangat bermanfaat banget, ini ilmu yang sangat berharga untuk anak cucu kita di masa depan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA *

[+] kaskus emoticons nartzco