“Kota Hantu” itu bernama Google+

Assalamu’alaikum :)

GooglePlus

Wew judul post ini udah kayak judul cerpen aja haha. Buat kalian pembaca yang terhormat, pada tau Google+? Udah tau belum? Kalau belum mampir sini dulu nih, Mengenal Google+ sang Pesaing Facebook.

Pertama apa yang terlintas di pikiran anda ketika membaca kata “Kota Hantu”? Sebuah tempat yang awalnya ramai, lalu tiba-tiba penduduknya hilang entah kemana dan tempat itu terlihat “kosong”. Ya kan? Nah inilah kenapa saya mengatakan bahwa Google+ itu Kota Hantu. Sebenernya bukan hanya saya yang bilang begitu, monggo bisa dilihat hasil penelusuran Google dengan kata kunci Ghost town Google+”. Atau bisa dilihat di bawah ini :

Google Search result

Nah, kenapa sekarang Google+ ini bisa disebut dengan julukan Kota Hantu? Padahal kalau kita ingat, dulu ada berita tentang Google+ adalah situs jejaring sosial (Social Network) yang pertumbuhannya semakin cepat, sekarang sudah lebih dari 100 juta pengguna yang terdaftar di Google+. Tetapi, apakah semua pengguna itu aktif?

Semuanya berawal dari data yang dimiliki oleh ComScore yang mengatakan bahwa dalam 6 bulan terakhir orang-orang menghabiskan waktu sebanyak 3 menit dalam sebulan di Google+, ini berbeda jauh dengan waktu rata-rata 7 jam yang orang-orang itu habiskan di Facebook tiap bulannya.

Cuman 3 menit dalam sebulan, sedangkan 7 jam sebulan kalau di Facebook (padahal saya lebih :p). Gimana ga jadi “Kota Hantu” itu? :nohope:

Kalau saya jujur lebih sering membuka Facebook daripada Twitter atau Google+, walaupun sekarang sudah sering membuka Twitter (ternyata enak :p). Kenapa? Karena saya Facebook-an juga dalam rangka mempromosikan blog ini, dengan memposting link-link ke artikel terbaru saya, teman saya di Facebook banyak, dan masih banyak yang aktif, otomatis link saya akan dilihat banyak orang. Begitupun di Twitter, namun di Google+? Jarang sekali saya mendapatkan notifikasi :malu:

Wah kalau saja Google bisa memanfaatkan kelatahan orang Indonesia dan maniak-nya orang Indonesia terhadap Social Network, pasti Google+ bakal rame banget diisi dengan orang Indonesia dan bakal populer, secara penduduk Indonesia itu banyak banget :iloveindonesias

Permasalahannya bukan karena Google+ itu buruk, tetapi Google+ itu tidak cukup baik. Google+ tidak memberikan sesuatu yang benar-benar baru kepada pengguna sosial network.

Ini ada analogi bagus yang terinspirasi dari Techradar.com , bayangkan saja Google ingin membuat Google Music Awards dan diadakan pada hari yang sama ketika acara Grammy Awards juga dilaksanakan. Sebesar apapun uang yang dikeluarkan oleh Google, tidak akan berhasil untuk membuat orang menonton acara Google Music Awards dan meninggalkan Grammy Awards. Kira-kira itulah yang terjadi.

Memang ketika Google+ diluncurkan, banyak orang yang berbondong-bondong membuat akun di Google+ (termasuk saya). Tetapi mereka tidak keluar dari Facebook atau Twitter, sehingga lama kelamaan Google+ tetap kalah pamor karena tidak ada fitur baru yang ditawarkan.

Apa yang akan terjadi pada Google+ selanjutnya? Terbengkalai? Seperti pendahulunya Google Wave dan Google Buzz? Kita nonton aja seiring tahun 2012 ini berjalan :D

AbangFadli, out :cool:

Wassalamu’alaikum :kr

Ilmu jangan disimpan sendiri, bagikan ke teman-teman anda:

Comments

comments

Ahmad Fadli Basyari

Mahasiswa IT di President University. Memiliki hobi membuat aplikasi mobile, blogging dan menonton film.

4 Responses

  1. nufadilah says:

    saya bahkan masih bingung pakai google+ padahal dulu g+ digadang2 bakalan lebih sukses dari medsoc lain, tapi tnyata FB memang lebih entertaining dan twitter lbh informatif, sedangkan g+? ga tahu hehe

  2. Bener kamu Fadli, hingga sekarang saya nggak pernah pake itu Google Plus meskipun sudah terdaftar. Facebook dan Twitter buat saya sudah cukup, karena dua jejaring sosial ini masih yang paling efektif dibanding yang lainnya, apalagi masih dipergunakan secara aktif oleh mayoritas anggotanya. Meski kita tidak tahu berapa lama fb akan bertahan ya, walau mengalami pengembangan dari waktu ke waktu.

    Salam

  3. ami says:

    ayo galakkan google+

    jenenge wes mirip semboyan para junker kih :ngakaks

  4. xxx says:

    Google+ kurang inovasi bgt harusnya ada faktor pembedanya dr fb n tw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA *

[+] kaskus emoticons nartzco