Honest Feedback dari Teman-Teman

Assalamu’alaikum :)

Beberapa waktu lalu saya menyebarkan survey sederhana ke beberapa teman-teman di kantor. Tujuannya agar saya bisa mendapatkan feedback mengenai kepribadian saya, sejujur mungkin.

The problem

Waktu kuliah dulu (berasa udah lama banget, padahal baru setahun lulus :hammer:), ada beberapa temen yang pernah ngomong “Kalo ngomong jangan teriak, Fad.” atau “Parah banget lu Fad, kasian tau haha. (ketika becandain orang)” Sindiran temen waktu itu tidak pernah saya anggap serius karena memang waktu itu kondisinya lagi becanda. Dan memang saya orangnya banyak tingkah, suka becandain orang, ngusilin orang…. mungkin kadang kelewatan.

Tapi lama-lama saya mikir juga.. Jangan-jangan bener, ada sifat saya yang menyebalkan tapi saya gak tau kalo itu ternyata menyebalkan. Baiklah, hal ini harus saya validasi.

What did I do, wrongly

Awalnya saya coba tanya langsung ke salah satu temen.

Eh, emang iya ya gw kalo ngomong kenceng banget?

Dikit sih Fad, kenapa?

Annoying gak sih?”

Hmmm.. enggak juga sih, kadang biar suasananya jadi rame juga.

Entah benar apa enggak apa yang temen saya bilang, saya ngerasa dia gak sepenuhnya jujur. Sulit saya menemukan temen yang bisa jujur dalam memberikan feedback secara langsung. Ciri khasnya orang Indonesia, nggak enakan. Saya juga gitu :malus

Setelah lulus kuliah dan akhirnya kerja, asumsi demi asumsi bermunculan di otak saya. Ah jangan-jangan bener lagi kalau ternyata saya selama ini terlalu keras ngomongnya.
Suatu hari saya memutuskan untuk berangkat kantor dengan tidak terlalu banyak aksi, bersikap sok cool, gak make joke sama sekali, mengurangi intensitas bicara dan hanya denger orang-orang ngobrol ketika lagi kumpul bareng di pantry.

Hasilnya, tidak memuaskan. Saya jadi ngerasa bukan diri saya sendiri. Mood kerja menurun. Bahkan mood bersosialisasi pun menurun. Ditanyain temen karena dikira sakit, ada masalah dll. Saya pun sadar bahwa ini tidak menyelesaikan masalah, karena dari awal saya juga cuman ber-asumsi tentang masalah tersebut.

Tiba-tiba saya teringat ketika kuliah Intro to Communication by Mr. Nyoman, one of my favorite lectures. Di buku yang beliau gunakan sebagai materi, Communication Mosaics (Julia T. Wood), tiba-tiba saya teringat tentang bagian ini:

Avoid mind-reading. Don’t assume, ask. Check perceptions with others.

When we mind read, we impose our perspectives on others instead of allowing them to say what they think. This can cause misunderstandings and resentment because most of us prefer to speak for ourselves.

Intinya saya salah karena hanya ber-asumsi selama ini tentang masalah yang ada. Saya pun memutuskan untuk membuat survey.

What’s in the survey

Tujuan utama saya adalah mem-validasi bahwa sifat saya yang katanya sering becanda kelewatan dan ngomong yang terlalu keras itu menyebalkan. Pertanyaan di survey bisa di-isi dengan:

  • Apakah saya kalau ngomong terlalu keras?
  • Apakah saya terkadang kelewatan kalau lagi bercanda?

Tapi saya tidak mau membatasi dengan langsung menanyakan hal tersebut. Saya berpikir untuk sekalian mencari tahu bagaimana orang lain melihat saya dari sisi baik dan buruk. Setelah googling tentang cara mendapatkan feedback dari orang lain, saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan 3 pertanyaan ini:

  • What is one thing that I’ve done right and should continue to do so?  
    Saya ingin tau apa yang orang lain suka di diri saya.
  • What is one thing that I should stop doing?
    Ini misi utama. Saya ingin tau apa yang sering saya lakukan tapi ternyata dinilai buruk oleh orang lain.
  • What is one thing that I should improve?
    Saya ingin tau potensi apa yang belum saya gali lebih dalam.

Saya juga menyediakan kolom nama tapi tidak wajib di isi. Dengan harapan orang akan lebih jujur ketika identitasnya tidak ter-expose.

The result

Begitu lihat hasilnya saya kaget luar biasa. Tidak ada satupun yang menyebutkan saya bicara terlalu keras. Tapi ada yang menyebutkan bahwa terkadang saya bercanda kelewatan  :(

Beberapa hal menarik yang saya dapatkan:

  • Beberapa orang lebih concerned terhadap kesehatan saya daripada saya sendiri. Menyarankan untuk berhenti kerja sampai larut malam dan kurangi begadang. Sangat diluar dugaan  :mewek
  • Sifat saya yang suka becandain orang ternyata juga bisa membawa hal baik. Beberapa orang melihat itu sebagai approaching new-comers di kantor. Walaupun dengan saya becandain :D
  • Beberapa orang juga menyarankan saya untuk meningkatkan skill soft-skill seperti leadership dan time-management (the latter, I admit, has lots of work to do)

Bisa dibilang saya puas dengan hasil yang saya dapat. Saya jadi tau apa saja yang harus saya pertahankan, buang dan tingkatkan.

Semoga dengan ini bisa jadi pribadi yang lebih baik.

There’s always room for improvement.

Wassalamu’alaikum :kr

Ilmu jangan disimpan sendiri, bagikan ke teman-teman anda:

Comments

comments

Ahmad Fadli Basyari

Mahasiswa IT di President University. Memiliki hobi membuat aplikasi mobile, blogging dan menonton film.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA *

[+] kaskus emoticons nartzco